Bakteriofag atau sering disebut fag ditemukan oleh dua orang ahli mikrobiologi bernama Frederick Twort (1913) dan Felix d'Herelle (1917) sebagai pertikel yang menyebabkan sel bakteri lisis (pecah). Nama virus ini berasal dari kata bacteria (bahasa Inggris) dan kata phagein (bahasa Yunani) yang artinya makan.
Struktur bakteriofag terdiri dari kepala, ekor, dan kaki serabut. kepala terdiri dari asam nukleat yang diselubungi kapsid berbentuk polihedral. Bagian ekor menancap ke kepala. Kaki serabut merupakan perpanjangan ekor yang berfungsi untuk menancapkan diri ke bagian tubuh bakteri.
Para peneliti mengembangkan pengetahuan tentang virus melalui berbagai penelitian terhadap bakteriofag. Hal ini disebabkan karena bakteriofag mudah untuk dikembangbiakkan pada sel bakteri hidup di laboratorium. Fag yang sering diselidiki adalah fag yang bersifat parasit pada bakteri E. coli yang disebut fag T.
Fag T terdiri atas kepala berbentuk heksagonal dengan diameter 50-65 milimikron dan panjang sampai 200 milimikron. Panjang ekornya 100 milimikron. Kepala merupakan bagian utama yang pusatnya terdiri atas DNA yang diselubungi kapsid. ekor berupa tubuh bersumbat dilengkapi serabut.
Ada beberapa fag yang sudah dikenal, yaitu fag T2, T3, T4, T5, T6, dan T7. Secara morfologi, bentuk luar keenam fag tersebut tidak banyak berbeda. Akan tetapi, secara serologi (ilmu yang mempelajari serum) mereka menunjukkan perbedaan yang nyata. Fag T2, T4, dan T6 disebut fag genap, termasuk satu golongan serologi. T3 dan T7 termasuk golongan serologi yang lain, sedangkan T3 dan T5 berlainan satu sama lain dan juga berbeda dengan golongan serologi T yang lain.
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Sunday, 4 August 2013
Struktur Organisasi Kehidupan
Struktur organisasi kehidupan
dalam berbagai tingkat dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Tingkat Molekul
Setiap inti sel makhluk hidup memiliki molekul organik yang berperan mengendalikan struktur dan fungsi setiap sel. Inti sel juga membawa informasi genetik yang diturunkan. Molekul organik tersebut adalah DNA (deoxyribonucleic acid = asam deoksiribonukleat). Selain DNA, dalam inti sel juga terdapat RNA (ribonucleic acid = asam ribonukleat) yang berperan dalam mengatur sintesis protein di dalam sel.
2. Tingkat Sel
Sel merupakan unit kehidupan yang terkecil. Makhluk hidup uniseluler, seperti protozoa, bakteri, dan alga, melangsungkan metabolismenya di dalam sebuah sel. Makhluk hidup multiseluler, seperti tumbuhan dan hewan, disusun oleh bemacam-macam sel yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda.
3. Tingkat Jaringan
Jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama. Tubuh hewan terdiri dari bermacam-macam jaringan, misalnya jaringan otot, darah, atau epidermis. Porifera dan Coelenterata merupakan contoh makhluk hidup tingkat organisasi jaringan yang paling sederhana. Porifera dan Coelenterata memiliki dua lapisan jaringan sel pembentuk tubuh (diploblastik), yaitu lapisan terluar (ektoderm) dan lapisan terdalam (endoderm).
4. Tingkat Organ
Organ merupakan kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu. Contoh organ dalam tubuh manusia antara lain jantung, paru-paru, dan lambung.
5. Tingkat Sistem Organ
Sistem organ disusun oleh organ-organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi di dalam tubuh. Sebagai contoh sistem peredaran darah manusia, yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
6. Tingkat individu
Di tingkat individu, berlangsung mekanisme kompleks yang terjadi karena koordinasi dan regulasi bermacam-macam sistem tubuh.
7. Tingkat Populasi
Kumpulan individu yang berada pada waktu dan tempat yang sama disebut populasi. Di lingkungan sekitar kita terdapat bermacam-macam populasi, misalnya populasi rumput, populasi pohon kelapa, populasi burung merpati, populasi cacing tanah, dan sebagainya.
8. Tingkat komunitas
Kumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama disebut komunitas. Misalnya komunitas rumput, yang terdiri dari populasi rumput, populasi belalang, populasi kupu-kupu, populasi cacing tanah, populasi alang-alang, dan sebagainya.
9. Tingkat ekosistem
Ekosistem adalah interaksi antara populasi-populasi penyusun komunitas dengan lingkungan abiotiknya (misalnya sinar matahari, tanah, air, dan udara).
10. Tingkat Bioma
Kumpulan ekosistem yang melingkupi wilayah yang luas akan membentuk bioma. Contoh beberapa bioma besar yang ada di bumi dari khatulistiwa sampai ke kutub adalah sebagai berikut:
a. Bioma Gurun
b. Bioma Padang Rumput
c. Bioma Hutan Gugur
d. Bioma Hutan Hujan Tropis
e. Bioma Taiga
f. Bioma Tundra
Pemberian nama bioma dilihat dari tumbuhan yang dominan. Misalnya bioma padang rumput karena tumbuhan yang dominan adalah rumput. Suatu bioma memiliki iklim tertentu sehingga terdapat tipe tumbuhan dan hewan khas yang mampu beradaptasi di lingkungan tersebut.
Bagan hirarki organisasi kehidupan dapat dilihat pada gambar.
1. Tingkat Molekul
Setiap inti sel makhluk hidup memiliki molekul organik yang berperan mengendalikan struktur dan fungsi setiap sel. Inti sel juga membawa informasi genetik yang diturunkan. Molekul organik tersebut adalah DNA (deoxyribonucleic acid = asam deoksiribonukleat). Selain DNA, dalam inti sel juga terdapat RNA (ribonucleic acid = asam ribonukleat) yang berperan dalam mengatur sintesis protein di dalam sel.
2. Tingkat Sel
Sel merupakan unit kehidupan yang terkecil. Makhluk hidup uniseluler, seperti protozoa, bakteri, dan alga, melangsungkan metabolismenya di dalam sebuah sel. Makhluk hidup multiseluler, seperti tumbuhan dan hewan, disusun oleh bemacam-macam sel yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda.
3. Tingkat Jaringan
Jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama. Tubuh hewan terdiri dari bermacam-macam jaringan, misalnya jaringan otot, darah, atau epidermis. Porifera dan Coelenterata merupakan contoh makhluk hidup tingkat organisasi jaringan yang paling sederhana. Porifera dan Coelenterata memiliki dua lapisan jaringan sel pembentuk tubuh (diploblastik), yaitu lapisan terluar (ektoderm) dan lapisan terdalam (endoderm).
4. Tingkat Organ
Organ merupakan kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu. Contoh organ dalam tubuh manusia antara lain jantung, paru-paru, dan lambung.
5. Tingkat Sistem Organ
Sistem organ disusun oleh organ-organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi di dalam tubuh. Sebagai contoh sistem peredaran darah manusia, yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
6. Tingkat individu
Di tingkat individu, berlangsung mekanisme kompleks yang terjadi karena koordinasi dan regulasi bermacam-macam sistem tubuh.
7. Tingkat Populasi
Kumpulan individu yang berada pada waktu dan tempat yang sama disebut populasi. Di lingkungan sekitar kita terdapat bermacam-macam populasi, misalnya populasi rumput, populasi pohon kelapa, populasi burung merpati, populasi cacing tanah, dan sebagainya.
8. Tingkat komunitas
Kumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama disebut komunitas. Misalnya komunitas rumput, yang terdiri dari populasi rumput, populasi belalang, populasi kupu-kupu, populasi cacing tanah, populasi alang-alang, dan sebagainya.
9. Tingkat ekosistem
Ekosistem adalah interaksi antara populasi-populasi penyusun komunitas dengan lingkungan abiotiknya (misalnya sinar matahari, tanah, air, dan udara).
10. Tingkat Bioma
Kumpulan ekosistem yang melingkupi wilayah yang luas akan membentuk bioma. Contoh beberapa bioma besar yang ada di bumi dari khatulistiwa sampai ke kutub adalah sebagai berikut:
a. Bioma Gurun
b. Bioma Padang Rumput
c. Bioma Hutan Gugur
d. Bioma Hutan Hujan Tropis
e. Bioma Taiga
f. Bioma Tundra
Pemberian nama bioma dilihat dari tumbuhan yang dominan. Misalnya bioma padang rumput karena tumbuhan yang dominan adalah rumput. Suatu bioma memiliki iklim tertentu sehingga terdapat tipe tumbuhan dan hewan khas yang mampu beradaptasi di lingkungan tersebut.
Bagan hirarki organisasi kehidupan dapat dilihat pada gambar.
Sejarah Penemuan Virus
Penyelidikan
tentang objek-objek berukuran sangat kecil dimulai sejak ditemukan mikroskop
oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Antony
van Leeuwenhoek (1632-1723). Berkat penemuan mikroskop tersebur, berbagai
penelitian tentang objek mikroskopis mulai berkembang. Berbagai penelitian itu
kemudian berkembang semakin pesat sejalan dengan perkembangan mikroskop.
Mikroskop pertama mampu melihat perbesaran objek hingga 150 x ukuran asli.
Dengan teknik dan susunan lensa yang semakin disempurnakan, mikroskop cahaya
mampu melihat objek hingga perbesaran 1.000x. Kini, dengan mikroskop elektron
yang mempunyai perbesaran yang lebih dari 10.000x, kita dapat melihat objek
mikroskopis dengan lebih detail.
Perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan di bidang biologi, seperti penemuan sel, bakteri, virus dan partikel mikroskopis lainnya.
Penemuan virus melalui perjalanan panjang dan melibatkan penelitian dari banyak ilmuwan. Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik kekuningan pada daun tembakau. Seorang ilmuwan Jerman bernana Adolf Mayer mendapatkan bahwa penyakit itu menulari tanaman tembakau lain. Mayer melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.
Percobaan itu diulang oleh ilmuwan Rusia, Dmitri Ivanovski. Pada saat itu, lembaga Pasteur di Paris telah berhasil menemukan suatu filter (saringan) yang dapat menyaring bakteri. Ivanovski menyaring getah tanaman tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri. Hasil penyaringan kemudian dioleskan ke tanaman yang sehat. Tanaman sehat tersebut kemudian tetatp tertular. Ivanovski menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang diproduksi oleh bakteri tersebut, yang lolos dari penyaring bakteri.
Pada tahun 1897 , Martinus Beijerinck, ahli mikrobiologi Belanda menemukan fakta bahwa partikel mikroskopis penyerang tembakau dapat bereproduksi pada tanaman tembakau, tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri. Fakta lainnya menunjukkan bahwa partikel tersebut tidak mati saat dimasukkan dalam alkohol, berbeda dengan bakteri yang mati ketika dimasukkan dalam alkohol. Beijerinck menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut sangat kecil dan hanya dapat hidup pada makhluk hidup yang diserangnya. Akan tetapi, Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan jenis partikel itu.
Pada
tahun 1935 , seorang ilmuwan Amerika, Wendell
Stanley, berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau
tersebut. Partikel mikroskopis tersebut kemudian dinamakan TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau virus mosaik
tembakau. Sejak itu, penelitian tentang virus terus berkembang. Cabang biologi
yang mempelajari virus adalah virologi.
Klasifikasi Makhluk Hidup
Sejak
dahulu, manusia telah mengklasifikasikan makhluk hidup. Dasar dari klasifikasi
makhluk hidup adalah persamaan dan perbedaan ciri-ciri pada berbagai jenis
makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup yang umum digunakan sekarang adalah
klasifikasi enam kingdom. Klasifikasi ini pertama kali dipublikasikan oleh Carl
Woese pada tahun 1977 . Kingdom-kingdom yang tercakup di dalamnya adalah
kingdom Archaebacteria, Eubacteria (bakteri), Protista, Fungi (jamur), Plantae
(tumbuhan), dan Animalia (hewan). Ciri-ciri yang memisahkan setiap kingdom
tersebut adalah sebagai berikut.
1. Kingdong Archaebacteria (Archae)
Ciri
organisme Archaebacteria bersifat prokariotik, yaitu tidak memiliki membran
inti sel. Kingdom Archaebacteria memiliki metabolisme yang mirip dengan makhluk
eukariotik. Archaebacteria banyak hidup di daerah-daerah eksterm.
2. Kingdom Eubacteria (Bakteri)
Bakteri
bersifat prokariotik dan dibedakan dari Archaebacteria dilihat melalui
metabolismenya serta dinding selnya. Dulu bakteri digabung dengan Archaebacteria
dalam kingdom Monera. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa
kedua kelompok makhluk hidup ini berbeda jika dilihat dari komposisi dinding
selnya.
3. Kingdom Protista
Pada
organisme yang termasuk ke dalam kingdom Protista, telah terlihat batas yang
jelas antara inti dan organel sel (eukariotik). Anggota kingdom ini di
antaranya protozoa, alga, jamur lendir, dan jamur air.
4. Kingdom Fungi
Organisme
kingdom Fungi (jamur) dipisahkan dari kingdom lainnya karena memiliki struktur dinding
sel, serta cara memperoleh makanan dan cara reproduksi yang berbeda dengan
kingdom lainnya. Kingdom ini terdiri dari jamur uniseluler (seperti ragi) dan
jamur multiseluler. Organisme kingdom Fungi memiliki dinding sel seperti
tumbuhan, tetapi tidak melakukan fotosintesis. Jamur bersifat saprofit.
5. Kingdom Plantae
Organisme
Plantae (tumbuhan) merupakan organisme multiseluler yang eukariotik. Hampir
semua tumbuhan bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) karena
memiliki klorofil. Lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji merupakan anggota
kingdom ini.
6. Kingdom Animalia
Karakteristik Dasar Makhluk Hidup
Berikut
adalah karakteristik dasar makhluk hidup.
1. Makhluk hidup disusun oleh sel
Setiap
makhluk hidup terdiri dari sstu sel (uniseluler)
atau banyak sel (multiseluler).
Setiap sel itu dilindungi oleh membran yang memisahkannya dari lingkungan
2. Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan
Makhluk
hidup mengalami pertumbuhan, yaitu perubahan ukuran sel menjadi semakin besar
ataupun pertambahan jumlah sel. Pertambahan tinggi atau pertambahan berat suatu
organisme merupakan tolak ukur pertumbuhan yang teramati oleh kita. Sejalan
dengan pertumbuhan itu, sel-sel makhluk hidup akan mengalami perkembangan.
Perkembangan itu meliputi perubahan sel menjadi bentuk yang berbeda dan
menjalankan suatu fungsi tertentu. Contoh proses perkembangan adalah setiap
manusia berasal dari sel telur yang dibuahi, yang kemudian berkembang menjadi
berbagai sel yang memiliki bentuk dan fungsi tertentu.
3. Makhluk hidup melakukan proses metabolisme
Di
dalam tubuh makhluk hidup terjadi bebagai reaksi penyusunan dan penguraian
senyawa-senyawa, yang disebut metabolisme. Metabolisme itu terus-menerus,
sehingga tubuh makhluk hidup selalu dalam keadaan homeostatis, yaitu keadaan
lingkungan internal yang seimbang dan konstan.
4. Makhluk hidup memberikan respons terhadap rangsang
setiap
makhluk hidup sensitif terhadap rangsang, baik yang berasal dari dalam maupun
dari luar tubuh. Contoh rangsang yang diterima oleh makhluk hidup antara lain
perubahan warna, arah dan intensitas cahaya, suhu, tekanan, kadar air, dan
suara.
5. Makhluk hidup melakukan reproduksi
Makhluk
hidup dapat mempertahankan jenisnya karena kemampuannya untuk melakukan
reproduksi. Saat reproduksi, materi herediter dari induk diwariskan kepada
keturunannya.
6. Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan
Setiap
makhluk hidup mampu beradaptasi sehingga dapat bertahan meskipun keadaan
lingkungan senantiasa berubah.
Ciri-Ciri Virus
Jika
dibandingkan dengan makhluk hidup, virus mempunyai ciri-ciri tersendiri. Salah
satu ciri virus mirip dengan organisme parasit obligat, yaitu hanya dapat
berkembang biak dalam sel hidup. Akan tetapi, berbeda dengan organisme parasit,
virus hanya memerlukan asam nukleat untuk bereproduksi dan tidak melakukan
aktivitas metabolisme di dalam tubuhnya. Ciri virus lainnya adalah virus tidak
bergerak, tidak membelah diri, tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi
biasa, dan dapat dikristalkan.
Berikut
ini adalah struktur virus secara umum.
1.
Virus bersifat aseluler (tidak memiliki sel)
2.
Virus berukuran jauh lebih kecil daripada bakteri, yakni berkisar antara 20-300
milimikron (1 mikron = 1.000 milimikron). Untuk mengamatinya diperlukan
mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000x.
3.
Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA).
4.
Virus umumnya berupa hablur (kristal).
5.
Bentuk virus bervariasi. Ada virus berbentuk oval, silinder, polihedaral, dan
kompleks. Bentuk virus yang kompleks terdiri dari kepala yang berbentuk
polihedral, ekor yang berbentuk silinder, dan serabut ekor. Virus berbentuk
kompleks misalnya bakteriofag, yaitu
jenis virus yang menginfeksi bakteri.
6.
Tubuh virus terutama tersusun atas asam
nukleat yang diselubungi oleh protein yang disebut kapsid.
a.
Asam nukleat
DNA
(asam deoksiribonukleat) dan RNA (asama ribonukleat) dapat ditemukan pada
virus. Akan tetapi, satu jenis virus hanya terdiri dari DNA saja atau RNA saja.
Sebagai contoh, TMV hanya terdiri dari RNA dan bakteriofag hanya terdiri dari
DNA di dalam kapsidnya.
Asam
nukleat pada virus diselubungi oleh kapsid, yang disebut nukleokapsid. Ada dua
macam nukleokapsid, yaitu sebagai
berikut.
-
Nukleokapsid yang telanjang, misalnya pada TMV, adenovirus, dan virus kutil
(wart virus).
-
Nukleokapsid yang diselubungi suatu membran pembungkus, misalnya pada virus
influenza dan virus herpes.
b.
Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein.
Kapsid terduru atas bagian-bagian yang disebut kapsomer. Misalnya, kapsid pada TMV terdiri atas satu rantai
polipeptida yang tersusun atas 2.100 kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas
protein-protein monomer identik, yang masing-masing terdiri dari rantai
polipeptida.
Virus
yang struktur tubuhnya terdiri dari asam nukleat dan selubung protein disebut virion.
Saturday, 3 August 2013
Teori-Teori Sel
Pada
abad ke-19 penelitian terhadap sel semakin berkembang. Para ahli pun banyak
bermunculan dan melahirkan beberapa teori sel. Teori sel yang dikemukakan
umumnya berkaitan dengan fungsi sel. Teori-teori sel tersebut antara lain.
1. Sel sebagai kesatuan struktural
Teori ini dikemukakan
oleh Mathias Schleiden dan Theodor Schwann. Keduanya menyatakan
bahwa makhluk hidup tersusun dari beberapa organ, setiap organ tersusun atas
jaringan, dan setiap jaringan tersusun oleh sel. Jadi, sel merupakan kesatuan
struktural yang terkecil. Teori ini merupakan teori yang sangat mendasar dalam
pengembangan biologi sel sehingga akhirnya Schwann diakui sebagai bapak sitologi modern.
2. Sel sebagai kesatuan fungsional
Teori ini dikemukakan
oleh Max Schultze. Ia menyatakan
bahwa semua kegiatan hidup seperti metabolisme, ekskresi, dan sintesis terjadi
di dalam sel. Jadi, kegiatan sel berperan penting dalam tubuh.
3. Sel sebagai kesatuan reproduksi
Teori ini dikembangkan
oleh Rudolf Virchow (1858) dengan
slogannya Omne cellula e cellula. Artinya,
setiap sel berasal dari sel. Sel merupakan hasil reproduksi dari sel. Jadi,
satuan terkecil dalam reproduksi adalah sel.
4. Sel sebagai kesatuan pertumbuhan
Teori ini dikemukakan
oleh Rene Dutrochet. Ia mengatakan
bahwa suatu makhluk hidup dikatakan tumbuh apabila terjadi pertambahan volume
tubuh. Pertambahan volume tubuh tersebut disebabkan oleh pertambahan volume sel
dan pertambahan jumlah sel. Jadi, insividu mengalami pertumbuhan karena selnya
bertambah banyak dan bertambah besar.
5. Sel sebagai kesatuan hereditas
Teori ini dikemukakan
oleh Edmund B. Wilson. Menurutnya,
sifat keturunan (hereditas) terdapat pada kromosom dan kromosom itu terdapat
pada inti sel. Inti sel terdapat pada sel kelamin, yaitu spermatozoa dan ovum. Jadi,
sel berperan dalam penurunan sifat.
Friday, 2 August 2013
Para Peneliti Sel
Tubuh
organisme tersusun oleh sel yang terdiri atas satu sel (uniseluler) atau banyak
sel (multiseluler). Sel-sel yang menyusun tubuh organisme sangat bervariasi
dalam ukuran, bentuk, struktur, atau fungsinya. Suatu sel kemungkinan mempunyai
organisasi internal yang sangat sederhana, sedangkan sel yang lainnya sangat
kompleks.
Sel
pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke
(1665) pada gabus tutup botol. Ia mengenalkan istilah sel dalam bahasa Latin cellula yang berarti ruang-ruang atau
kamar-kamar kecil. Selanjutnya, Hooke melihat adanya perbedaan antara sel gabus
dan sel yang hidup. Di dalam sel yang hidup terdapat cairan yang kental seperti
jus (juice like) yang kemudian
dikenal sebagai protoplasma. Istilah
protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes
Purkinje yang menyatakan bahwa protoplasma dibedakan menjadi sitoplasma dan
nukleoplasma. Dengan ditemukannya mikroskop elektron maka secara rinci isi sel
yang kompleks dapat dilihat dan dibedakan dengan jelas. Dengan demikian, sel
tidak hanya merupakan kamar-kamar kecil saja, tetapi merupakan tempat yang
berongga (cytos; bahasa Yunani) atau
kantong berisi (cella; bahasa Latin).
Penelitian yang sama dilakukan oleh Grew
dan Malpighi pada tanaman yang
berbeda-beda dan ternyata ditemukan pula ruang-ruang yang dibatasi oleh dinding
selulosa yang kemudian dinamakan vesikula
atau utrikula.
Beberapa
peneliti yang mempelajari sel setelah Robert Hooke adalah sebagai berikut.
1. Anthony van Leeuwenhoek (1770)
menemukan kloroplas pada daun segar.
2. Bonaventuri Corti (1772) menemukan
aliran plasma pada ganggang Chara sp.
3. Mirabel (1808) melaporkan bahwa
tumbuhan terdiri atas jaringan yang tersusun oleh sel.
4. R. J. H. Dutrochet (1824) menyatakan
bahwa hewan dan tumbuhan terdiri atas sel-sel. Sel-sel tersebut bersatu dengan
kekuatan adhesi.
5. Jean Baptiste Lamarck (1829) menyatakan
bahwa pada organisme hidup, sel mempunyai fungsi yang sangat penting.
6. Hertwig (1829) mengajukan suatu teori
yang disebut teori protoplasma yang menyatakan bahwa sel merupakan kumpulan
substansi hidup (protoplasma) yang di dalamnya mengandung inti dan di luarnya
dibatasi oleh dinding sel.
7. Robert Brown (1831) menemukan inti sel
dan menyatakan bahwa inti sel merupakan bagian terpenting dari sel. Di dalam
inti sel ini juga dikenal adanya protoplasma sehingga untuk membedakan
protoplasma dalam sel dan protoplasma dalam inti digunakan istilah berbeda,
yaitu sitoplasma untuk protoplasma dalam sel dan karioplasma untuk protoplasma
dalam inti.
8. Hugo von Mohl (1831) menerangkan
tentang proses pembelahan sel.
9. Miescher dan Kossel (1891) berhasil mengisolasi asam nukleat yang diduga
memegang peran penting pada sintesis protein dan dalam metabolisme sel
10. Bensley dan Hoerr (1934) berhasil melakukan isolasi mitokondria dari dalam sel
sehingga memungkinkan perkembangan penelitian lebih lanjut.
Hewan Porifera
Porifera berasal dari kata porus yang berarti lubang kecil dan ferre yang berarti membawa atau
mengandung. Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang tubuhnya mengandung
lubang-lubang kecil atau hewan berpori-pori. Porifera memiliki sistem kanal
atau saluran air untuk mensirkulasikan air di dalam tubuhnya.
1. Ciri-Ciri Porifera
Porifera mempunyai ciri khusus
berupa tubuh yang berpori-pori mikroskopis. Dalam fase hidupnya, Porifera
mengalami dua bentuk kehidupan, yaitu hidup berenang bebas dan hidup menetap.
Bentuk yang dapat berenang bebas terjadi pada fase larva, sedangkan bentuk sesil terjadi pada fase dewasa. Porifera
belum memiliki organ pencernaan, sistem saraf, dan sistem peredaran darah.
a. Struktur
Tubuh
Bentuk tubuh hewan ini
bermacam-macam; ada yang seperti jambangan, piala, terompet, dan ada yang
bercabang-cabang seperti tumbuhan. Tubuhnya melekat pada dasar perairan, ada
yang berwarna dan ada yang tidak. Pada bagian tengah tubuhnya terdapat ruangan
yang disebut spongosol (paragaster)
yang merupakan saluran air. Pada ujung atas ruang tersebut terdapat lubang besar
tempat keluarnya air yang disebut oskulum.
Lapisan penyusun dinding tubuh
porifera dari luar ke dalam sebagai berikut:
1. Epidermis
atau lapisan terluar
Lapisan ini tersusun oleh sel-sel
epitelium pipih yang disebut pinakosit.
Beberapa sel inti membentuk lubang kecil (ostium)
tempat masuknya air dan salurannya dilapisi oleh porosit. Porosit berfungsi sebagai pengendali membuka dan
menutupnya ostium.
2. Mesoglea
(berupa gelatin)
Mesoglea merupakan lapisan pembatas
antara lapisan dalam dan luar yang mengandung 2 macam sel, yaitu:
a) Sel-sel amoeboid, berfungsi untuk
mengangkut zat-zat makanan dan zat-zat sisa metabolisme dari sel satu ke sel
lainnya.
b) sel skleroblas, berfungsi membentuk
spikula. Spikula merupakan duri-duri sebagai penguat dinding yang lunak.
Spikula mempunyai bermacam-macam bentuk ini tersusun dari zat kapur, zat
kersik, dan adapula dari protein yang disebut spongin.
3. Endodermis
atau lapisan dalam
Lapisan ini terdiri dari sel-sel
leher atau koanosit yang memiliki
flagela dan berfungsi untuk mencerna makanan.
Sistem pencernaan makanan dan
reproduksi porifera dapat dilihat pada tabel berikut.
|
Sistem Organ
|
Keterangan
|
|
Sistem Pencernaan
|
Pencernaan makanan berlangsung secara
intraseluler. Gerakan flagela pada sel leher menyebabkan aliran air dari
ostium masuk ke spongosol lalu ke oskulum. Air yang mengalir ini membawa
oksigen dan makanan yang berupa plankton. Makanan ditangkap oleh sel-sel
leher, kemudian dicerna di dalam vakuola makanan. Setelah dicerna, sari-sari
makanan diangkut oleh sel-sel amebosit untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Sisa-sisa makanan yang tidak berguna dikeluarkan oleh sel leher ke dalam air
di dalam spongosol dan seterusnya dikeluarkan melalui oskulum bersama aliran
air dalam tubuhnya.
|
|
Sistem Reproduksi
|
Reproduksi berlangsung secara aseksual dan
seksual, yaitu sebagai berikut:
1. Secara aseksual
a) Pembentukan kuncup. Kuncup dapat
dilepaskan atau tetap melekat, hingga menjadi satu kelompok besar.
b) Pembentukan butir benih yang disebut
gemula atau kuncup dalam. Gemula dibuat dalam keadaan lingkungan yang tidak
menguntungkan, misalnya dingin atau kekeringan. Jika porifera mati dan pecah
menjadi beberapa bagian maka gemula ini akan keluar dan tumbuh menjadi
porifera yang baru.
2. Secara seksual
Reproduksi seksual terjadi melalui persatuan
sperma dan ovum. Porifera bersifat hermafrodit, yaitu ovum dan sperma
diproduksi oleh satu induk yang sama. Akan tetapi, sperma tidak membuahi sel
telur dari individu yang sama. Pembuahan terjadi antar sperma dan sel telur dari
individu yang berlainan.
|
b. Sistem
Sirkulasi Air
Sistem
kanal atau saluran air dibedakan sebagai berikut.
1) Ascon
Sistem
ini merupakan tipe saluran air yang lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan
saluran lurus langsung ke spongosol. Contohnya pada Leucosolenia sp.
2) Sycon/scypa
Sycon
merupakan tipe saluran air yang lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan
saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan
spongosol. Rongga-rongga inilah yang dilapisi oleh koanosit. Misalnya pada Scypa sp.
3) Leucon/rhagon
Sistem
ini merupakan tipe saluran yang lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan
saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung
dengan spongosol. Misalnya pada Spongila
sp.
2. Klasifikasi Porifera
Ada tiga kelas yang tergolong
porifera, yaitu Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae.
a. Calcarea,
golongan ini memiliki spikula dari zat kapur dan hidup di laut yang dangkal.
Contoh: Sycon Sp dan Clathrina sp.
b. Hexactinellida,
golongan ini spikulanya tersusun dari zat kersik dan hidup di laut yang dalam.
Hewan ini disebut juga spons gelas. Contoh: Pheronema
sp dan Euplectella sp.
c. Demospongiae,
golongan ini bertulang lunak karena tidak memilik rangka. Ada beberapa yang
memiliki rangka yang tersusun dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari
zat kersik. Contoh: Euspongia sp, Spongila sp, Callyspongia sp, dan Phyllospongia
sp.
Bagi manusia, spons dapat digunakan
sebagai alat penggosok badan dan untuk membersihkan barang-barang. Ada juga
porifera yang merugikan karena hidup melekat pada kulit tiram sehingga
menurunkan kualitas tiram di peternakan tiram.
Subscribe to:
Posts (Atom)
